529576_361151627335742_1459785858_n.jpg 

Manado - Walikota Manado, Dr. Ir. G. S. Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA, Selasa 2 April 2013, menghadiri kegiatan kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR-RI. Kunjungan tim adalah untuk melihat langsung infrastruktur di provinsi Sulawesi Utara dan kota Manado.


Menurut ketua tim, Laurens Bahang Dama, yang juga sebagai ketua komisi V mengatakan bahwa luas kawasan barat Indonesia hanya 30 %, tapi telah dipadati 80 % penduduk, sedangkan kawasan timur Indonesia memiliki luas 70 % dan hanya 20 % dipadati penduduk. "Sehingga pengembangan pembangunan nasional lebih diarahkan pada kawasan timur Indonesia," ujar Laurens Bahang Dama.


Kepada media, GSVL, sapaan akrab Walikota Manado, menyambut baik rencana pembangunan sejumlah infrastruktur di Sulawesi Utara seperti jalan Tol Manado-Bitung, pelebaran serta rencana pembuatan jalan baru Manado-Tomohon, namun Walikota pilihan rakyat ini mengharapkan agar infrastruktur jalan di kota Manado juga harus mendapat perhatian. "Kalau jalan tol Manado-Bitung dan jalan baru Manado-Tomohon sudah terbangun, pasti Manado bertambah macet, solusinya kita harus memikirkan jalan baru, tentu semua butuh dukungan dan topangan dana baik dari daerah maupun pusat," kata Walikota.


Hal lain yang disampaikan adalah tentang jalan nasional di Manado banyak yang rusak sehingga perlu dipelihara dan diperbaiki. Contoh ruas jalan Sam Ratulangi. Permintaan anggota DPR RI komisi V, Dra. Yasti Soepredjo Mokoagouw agar Walikota Manado menyiapkan lahan untuk ring road III Malalayang-Winangun ditanggapi oleh Walikota bahwa sampai hari ini kepala Balai Bina Marga provinsi Sulawesi Utara belum memberikan trace jalan tersebut sehingga pemerintah kota Manado masih kabur mana lahan yang akan dibebaskan.


Masyarakat kota Manado mengharapkan agar jalan nasional di Manado yang kondisinya rusak agar diperbaiki, demikian juga jalan provinsi seperti jalan Kairagi ke arah Singkil lewat Kombos banyak yang rusak berat agar mendapat perhatian dari pemerintah provinsi. Pemerintah kota Manado juga sudah beberapa kali mengusulkan kepada anggota DPR Rl utusan Sulut untuk membantu mengatasi kemacetan di Manado, antara lain dengan pembuatan jembatan di sungai Sario khususnya di jalur Boulevard, tapi sampai hari ini belum ada hasilnya dengan berbagai alasan teknis.


Menurut Walikota kalau jembatan di sungai Sario dibangun maka akan ada jalan yang menghubungkan Manado Town Square (Mantos) ke Megamas yang akan sangat membntu mengurai kemacetan di Manado. Walikota berharap semoga kunjungan komisi V DPR Rl akan membawa berkat bagi Manado. Begitupun jembatan Soekarno yang tak kunjung selesai. Jembatan Soekarno yang dibangun sejak tahun 2006 dan pekerjaannya sekarang ini terhenti diharapkan oleh Walikota yang merakyat ini agar secepatnya rampung, sehingga dapat mengurai kemacetan ke arah utara Manado.(*)