Gelar Sosialisasi Koleksi Museum, Ini Program ODSK Lewat Disbud di Boltim

banner 468x60

BOLTIM/SULUTTeropongsulut, Banyaknya potensi koleksi museum di wilayah Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sehingga menjadi bagian dari program ODSK dalam mensosialisikan kegiatan koleksi museum yang digelar Dinas Kebudayaan Provinsi Sulut, Rabu (25/10/2023)

Kadis Kebudayaan Sulut Janny Lukas SPi MSi memberikan apresiasi atas sinergitas yang terbangun sehingga bisa digelar kegiatan penting ini, dimana wilayah Bolaang Mongondow mempunyai koleksi seperti Rumah Adat Bolaang Mongondow dalam bahasa Bolaang Mongondow disebut Baloi.

Pada zaman dahulu dibangun pada tiang-tiang yang tinggi + 4 meter sampai dengan 8 meter dimaksudkan untuk menghindarkan diri dari serangan binatang buas, hal tersebut merupakan keputusan dari tua-tua adat dikarenakan adanya kejadian anak kecil yang diserang oleh binatang buas.

Baca juga:  Bicarakan Kerja Sama, Wagub Kandouw Terima Dubes dan Delegasi Bisnis Polandia

Model tangga pada Rumah Adat Bolaaang Mongondow kenapa berada satu di bagian depan s dan satu lagi disamping dipercaya bahwa ketika kita menaiki tangga dibagian depan dan berakhir dibagian samping maka segala kesialan yang mengikuti orang yang menaiki tangga rumah tersebut tidak akan mengikuti.

Tangga masuk rumah selalu berada di sebelah kanan dan mengucapkan salam sebagai bentuk penghormatan, adapun atap rumah berasal dari rumbia, selain itu dapur rumah adat bolaang mongondow terpisah dari bagian depan rumah dengan alasan untuk menghindari dari kebakaran, mengingat seluruh aktivitas penyimpanan dan pengawetan hasil pertanian berupa padi, jagung, kelapa dan lain sebagainya berlangsung di dapur seperti proses pengasapan.

Dikatakan Lukas Koleksi harus memenuhi syarat di antaranya, sesuai dengan visi dan misi museum, dan jelas asal-usulnya, kemudian diperoleh dengan cara yang sah, serta ada keterawatan, dan tidak mempunyai efek negatif bagi kelangsungan hidup manusia dan alam.

Baca juga:  Gubernur Olly Buka Mukerda GPdI Sulut,

Ditambahkannya pula Menurut PP No. 66 Tahun 2015 tentang Museum, koleksi yang dipamerkan di museum didapatkan melalui hasil penemuan, hasil pencarian; hibah; Imbalan jasa; Pertukaran; Pembelian; Hadiah; Warisan; atau Konversi.

Kadis Lukas didampingi Kasub Berty Sulangi berharap kegiatan ini bisa memberikan nilai tambah berupa ilmu pengetahuan terkait dengan koleksi museum, agar kedepan bisa memberikan manfaat lebih bagi daerah dalam mendukung program pemerintah serta bermanfaat bagi masyarakat.

(SL/Red))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *