Pj Bupati Minahasa Support 43 Pejabat Pemkab Minahasa Berinovasi di Diklat PKA

Minahasa226 Views
banner 468x60

Tondano, teropongsulut – Penjabat Bupati Minahasa, Dr Jemmy S Kumendong, Jumat (10/11) siang menghadiri sekaligus membuka kegiatan Expo Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Pemkab Minahasa bekerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulut.

Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKS) dengan tema aksi perubahan digital government ini diikuti oleh para peserta yang terdiri dari 43 pejabat eselon III Pemkab Minahasa.

Bupati Kumendong dalam sambutannya menyampaikan jangan sampai inovasi yang telah disampaikan ini hanya menjadi tugas akhir. Tentu diharapkan apa yang diciptakan bisa berkelanjutan. Bahkan ada yang bisa dipertandingkan di tingkat LAN nanti. Nantinya yang terbaik bisa berikan anggaran untuk tahun depan. Selain itu yang terbaik diperhatikan untuk mengikuti Diklat PKM 2 dan menjadi salah satu parameter untuk daftar tunggu pejabat eselon 2,” ungkap Bupati Kumendong yang diketahui selalu menjadi terbaik saat mengikuti Diklat seperti ini. Mulai dari Adum, PIM 3 dan PIM 2 berhasil menjadi terbaik, bahkan inovasi proyek perubahan di tingkat PIM 2 meraih peringkat I (satu) nasional dan menjadi cikal bakal dilaksanakannya inovasi proyek perubahan berbasis digital di semua daerah di Indonesia.
Lebih lanjut Bupati Kumendong juga memberikan apresiasi terhadap para pembimbing dan peserta serta menjadi kesempatan yang berharga serta kemajuan di Kabupaten Minahasa.

Baca juga:  Gebyar Olahraga dan Keakraban Sambut Hari Ibu ke-95 di Tondano

Sebelumnya Kaban BPSDM Provinsi Sulut, Drs Marhaen Tumiwa MPD, dalam sambutannya mengatakan sekira 4 bulan para peserta diproses dalam kurikulum berperan untuk belajar. Mereka menuangkan ide dan gagasan melalui proses pembelajaran mendiagnosa dan mengidentifikasi masalah serta mencari jalan keluar bagi organisasi. Sehingga memberi outcome untuk Pemkab Minahasa. “Tema selama ini adalah smart government sehingga dituntut memiliki digital mainded.
Tadinya aparatur teori birokrasi tapi kini teori holakrasi yang berpikir secara fungsi. Organisasi yang disiapkan birokrat. Peserta dibekali sehingga memiliki knowledge management,” ungkap Tumiwa sembari mengharapkan kegiatan seperti ini bisa menghasilkan birokrat yang berkelas dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *