Tragedi di Tempat Kost: Asisten Dosen UNIMA Menjadi Korban Pembunuhan

Uncategorized773 Views
banner 468x60

Minahasa, teropongsulut – Tragedi mengguncang komunitas akademik Universitas Minahasa (UNIMA) pada hari Senin, 4 Desember 2023. VR, asisten dosen berusia 30 tahun, ditemukan tak bernyawa di tempat kos yang terletak di Kelurahan Tataaran II, Tondano Selatan, Kab. Minahasa.

Polres Minahasa mengadakan konferensi pers pada Jumat (08/12) yang dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Ketut Suryana dan didampingi Kasat Reskrim AKP Jesly Hinonaung untuk membahas pengembangan kasus yang telah merenggut jiwa VR.

Kapolres Suryana menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan laporan polisi nomor LP/643/XII/2023.

“VR sempat meminta izin kepada JT (45), pacarnya, untuk menghadiri acara duka di Desa Touliang Kakas dengan pesan dari JT untuk tidak mengonsumsi minuman keras. Namun, sehari setelah acara tersebut, pertikaian antara VR dan JT terjadi di tempat kos yang berujung pada tindak kekerasan,” jelas Kapolres.

Baca juga:  Irene Pinontoan Bagikan Bantuan Natura Kepada 120 Kader Posyandu Lansia

“Perdebatan yang berubah menjadi pertengkaran fisik itu didengar oleh saksi QN, beserta teriakan VR dan suara benturan benda. Menurut saksi, terdengar juga VR berteriak meminta untuk dibiarkan pergi. Sayangnya, argumen tersebut berakhir dengan tragedi saat VR roboh dengan luka tusuk di depan pintu kostnya,” lanjutnya.

“Otopsi yang dilakukan di RS Bhayangkara Manado mengkonfirmasi bahwa luka tusuk tersebut mematikan, dengan pisau yang menembus jantung. Polisi telah mengamankan 10 saksi dengan 9 jenis barang bukti dan menahan tersangka setelah penyelidikan intensif.”

Pasal yang disangkakan kepada tersangka adalah Pasal 338 KUHP sub Pasal 351 Ayat (3) atau Pasal 359 KUHP, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Baca juga:  Kolaborasi Disdukcapil Sulut Dan Manado Jemput Bola Turun ke SMA Lakukan Pelayanan Perekeman Identitas Kependudukan Pada Siswa

Kapolres Suryana meminta kerjasama publik untuk menahan diri dari spekulasi dan mempercayakan proses hukum yang berlangsung. Mereka berjanji untuk menyelidiki kasus ini hingga tuntas dan memberikan keadilan bagi korban. (Novi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *